Tiga Bulan, Air PAM Tidak Ngalir

tiga bulan, air pam tidak ngalir

Di Kelurahan Tanjung
PURWOKERTO-Pelayanan PDAM Tirta Satria Purwokerto kembali dikeluhkan pelanggan. Kali ini, keluhan datang dari sejumlah warga dan pegawai pegawai di kantor Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan. Pasalnya sejak beberapa bulan terakhir ini, air tidak mengalir.

Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Kelurahan Tanjung, Tutik Sumiati mengatakan, air di kantornya tidak mengalir sejak tiga bulan terakhir. Akibatnya sejumlah kegiatan dan aktivitas pelayanan masyarakat sempat terganggu.

tiga bulan air pam tidak ngalir
CEK : Petugas kelurahan Tanjung menunjukan kran yang tidak mengalir dari PDAM kemarin (17/10). MAULUDIN WAHYU/RADAR BANYUMAS

“Kendalanya pelayanan masyarakat terganggu seperti pertemuan PKK, Dawis, Posyandu dan pemohon yang mau ke wc jadi terganggu. Bahkan untuk cuci piring hingga masak air sampai memakai air hujan. Saya juga kalau mau BAB terpaksa ke mushola,” kata dia, Selasa (17/10).

Dia mengatakan, selama ini untuk memudahkan aktivitas di kantor, sebenarnya sudah memasang pompa air. Namun sayangnya, pompa tersebut mengalami kerusakan dan tidak dapat dipakai. Sehingga kondisi di Kantor Kelurahan Tanjung krisis air.

“Biasanya pake sumur kalo ledeng ndak ngalir. Tapi ini sumur juga lagi rusak pompanya. Hari ini (kemarin) PDAM sudah saya telepon dua kali, nyambung tapi ndak diangkat,” jelasnya.

Kasi Trantib Kelurahan Tanjung, Giyat membenarkan hal itu. Menurutnya air di kantornya tidak mengalir disebabkan karena berada di dataran yang lebih tinggi dari tempat penampungan air PDAM. Namun demikian, sebagai pelanggan dia tetap menginginkan air di kantornya bisa segera menyala.

“Di RW 4 (Kelurahan Tanjung) ini memang sejak dulu agak sulit, karena dataran paling tinggi. Makanya membuat sumur sampe kedalaman 35 meter, tapi sayang pompanya rusak, jadi tidak ada air dan pelayanan publik kerap terganggu,” tambahnya.

Senada disampaikan Westi, warga RT 5 RW 4 Kelurahan Tanjung. Dirinya sudah mencoba melaporkan ke PDAM beberapa waktu lalu, namun sampai saat ini belum ada tindakan. Padahal selama air tidak mengalir, tagihan PDAM terus disetorkan.

“Saya sudah melaporkan via telepon, datang langsung ke kantornya, tapi alasannya (PDAM) macem-macem, dan tidak ada penanganan. Tiap bulan tetap bayar, karena jalan ndak jalan harus tetap bayar,” keluhnya.

Dikonfirmasi hal itu, Direktur Teknis PDAM Tirta Satria, Wipi Supriyanto mengaku jika selama ini tidak ada keluhan atau laporan air tersendat dari Kantor Kelurahan Tanjung.
Namun demikian, diakui ada beberapa daerah di Tanjung yang memang airnya tidak mengalir baik. Hal itu dikarenakan berada di dataran lebih tinggi dari bak penampungan air PDAM.

“Setahu saya belum ada keluhan di kelurahan Tanjung tidak mengalir tiga bulan. Kalau yang Tanjung, yang belum lancar memang ada, di daerah joko motor karena memang tinggi. Dan di daerah Kedungringin kemarin ini memang sempat ada gangguan saat banjir. Karena kekeruhan air dan tidak bisa diolah, sehingga berhenti produksi beberapa saat. Itupun hanya dalam hitungan jam saja dan penyaluran warga tidak sampai terganggu,” jelasnya saat dikonfirmasi terpisah.

Namun demikian, meski belum ada laporan resmi dari pelanggan di daerah tersebut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan secepatnya.

“Kalau di kelurahan sampai tiga bulan, biar nanti coba petugas langsung ke kelurahan mengecek di sana,” katanya. (why)

Sumber: