Tiga Bulan, Baru Perbaiki 100 Kasus LPJU

tiga bulan, baru perbaiki 100 kasus lpju


PRIORITAS : Cukup banyak LPJU di wilayah Banyumas yang mati, dan perbaikan dilakukan berdasarkan skala prioritas./DOK/RADARMAS
Tiga bulan, baru perbaiki 100 kasus lpju 1

PURWOKERTO – Sejak Januari hingga Maret, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru melakukan perbaikan 100 kasus Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) mati. Padahal rata-rata dalam satu tahun ada sekitar 1.800 kasus kerusakan.

Menurut Kasi Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas ESDM Kabupaten Banyumas Agus Susanto, penanganan kerusakan LPJU saat ini terkendala cuaca. Bulan ini hujan masih sering mengguyur wilayah Banyumas, sehingga tim tidak bisa kerja maksimal.

“Setiap tahun jumlah kerusakan LPJU  rata-rata mencapai 1.800 kasus lebih, makanya kita kewalahan kalau banyak keluhan LPJU mati. Sedangkan hujan masih sering turun, sehingga menghambat tim untuk melakukan perbaikan. Bisa kesetrum,” tuturnya.

Dalam tiga bulan, anggaran perbaikan sudah terserap Rp 30 juta dari anggaran sebesar Rp 500 juta. Penggunaan dana  untuk perbaikan di 100 unit LPJU. “Tiap lampu penerangan memiliki kerusakan berbeda-beda. Ada yang rusak travo, saklar, ataupun lampu,” katanya.

Agus mengatakan, tidak semua kerusakan memerlukan penggantian unit baru, sehingga biaya perbaikan bisa diminimalisir. “Tahun ini  hanya dapat Rp 500 juta, padahal tahun kemarin Rp 750 juta. Kami harus membuat prioritas karena anggaran minim,” ujarnya.

Ditambahkan, kerusakan LPJU disebabkan beberapa hal. Antara lain, korsleting, umur lampu yang sudah tua, tersambar petir, KWH meter rusak, serta faktor teknis serta non teknis lainnya. (mif/sus)

Sumber: