Transmigran Telantar Pilih Pulkam

transmigran telantar pilih pulkam

PURWOKERTO – Tiga keluarga eks trasmigran Toraja Utara akhirnya pulang ke Banyumas. Saat ini, mereka ditampung di aula Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dinsosnakertrans).

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Banyumas Abdulah Muhammad mengatakan, hanya bisa menampung sementara sebab mereka ber-KTP Toraja Utara. “Kita menyarankan agar mereka segera mengurus administrasi kependudukan di Toraja untuk segera pindah kembali ke Banyumas. Setelah mereka bisa pindah, maka hak-hak sebagai warga Banyumas bisa diperoleh maksimal,” tuturnya.

“Misalnya bisa diikutkan program pelatihan sesuai bakat dan kemauan. Menjahit, montir, pertukangan atau membuat makanan ringan,” tambah Abdullah saat berdialog dengan para transmigran, Senin (29/2).

Menurutnya, jika sekarang memberikan bantuan justru salah, sebab masih berstatus warga Toraja Utara. Harusnya hal itu menjadi tanggung jawab pemkab setempat.

“Tapi karena mereka menyatakan sudah trauma, ya sebagai rasa kemanusiaan kita fasilitasi tampung dulu. Bahkan kalau mereka mau kembali ke Toraja untuk mengurus kepindahan KTP, kita bisa fasilitasi. Tapi kalau nuntut hak-haknya kita tidak bisa, karena itu tanggung jawab Pemkab Toraja Utara,” katanya.

Dia menegaskan, sejak warga eks transmigran mengadu ke Komnas HAM dan kementerian sejak 22 Januari lalu, atas perintah bupati, pihaknya sudah membuat surat ke kementerian. “Intinya ada warga Banyumas yang ditelantarkan oleh pemerintah pusat dan Toraja Utara, makanya kita menyurati kementerian untuk membantu menyelesaikan,” ujarnya.

Ketua DPRD Juli Krisdianto yang juga hadir dalam dialog mengatakan, sambil menunggu penyelesaian kepindahan administrasi kependudukan dari Desa Awan Kecamatan Awan Rantekarua Kabupaten Toraja Utara, pihaknya akan mencarikan rumah untuk penampungan sementara di Banyumas.

“Sambil menunggu pengurusan pindah KTP dan administrasi lainnya, kita pikirkan untuk tempat tinggalnya di Banyumas dan mencarikan pekerjaan. Ini nanti kita pikirkan bersama Dinsosnakertrans,” kata Juli.

Mereka yang kembali ke Banyumas ada tujuh jiwa. Yakni keluarga Dwi Hartono, Kusmiharja, dan Sairun. Sedangkan satu keluarga lagi, Solihin masih tinggal di Toraja Utara, karena anak perempuannya baru melahirkan.

Terkait kontrakan sementara, kata dia, tidak serta merta bisa langsung disiapkan. Sambil menunggu mereka istirahat di rumah saudaranya di Wanareja, Cilacap, pihaknya akan tetap mengupayakan.

“Saya bersama Pak Anang (anggota DPRD dari Fraksi PDIP) dan dinas mengupayakan bisa diikutikan program rumah subsidi satu juta dari pemerintah. Soal pekerjaan dan pelatihan nanti urusannya Dinsosnakertrans,” katanya.

Ketua rombongan eks transmigran telantar, Dwi Hartono mengatakan, pengurusan kepindahan bersama transmigran telantar lainnya dari Toraja Utara ke Banyumas dijanjikan akan dibantu kementerian. Dia berharap, proses tersebut bisa segera diselesaikan.

“Dari kementerian janjinya mau membantu mengurus adminstrasi perpindahan penduduk. Mudah-mudahan cepat selesai. Kalau kita sendiri yang harus mengurus, pasti membutuhkan biaya mahal untuk mondar-mandir ke sana,” katanya.

Anggota dewan, Anang Agus Kostrad mengatakan, janji pihak kementerian untuk membantu menguruskan kepindahan penduduk dari Toraja Utara ke Banyumas lagi harus terus dikawal.

“Dinas dan DPRD akan mengawal ke kementerian sejauh mana janji mereka yang mau menguruskan kepindahan KTP-nya. Kalau ini tidak dikawal, nanti hanya janji-janji seperti sebelumnya. Padahal ini dibutuhkan mereka di sini (Banyumas),” katanya. (why/sus)

Sumber: