Tujuh Rumah dan Masjid Nyaris Ambruk

tujuh rumah dan masjid nyaris ambruk

Akibat Tebing Sungai Pelus Longsor
2 KK Terpaksa Mengungsi

PURWOKERTO-Sebanyak tujuh rumah warga dan masjid di Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur terancam ambruk. Hal ini terjadi akibat banjir bandang di Sungai Pelus beberapa waktu lalu hingga menyebabkan longsoran tanah di belakang rumah warga.

Pantauan Radarmas, Selasa (14/11) siang, jarak tanah yang terkikis banjir sekitar 10 meter dengan ketinggian sekitar 8 meter dan panjang mencapai 200 meter. Terlihat salah satu bangunan rumah bagian belakang tanpa pondasi karena hanyut terbawa banjir, dan hanya menyisakan bangunan yang menggantung.

tujuh rumah dan masjid nyaris ambruk

Kondisi ini sangat mengancam keselamatan warga. Mereka juga khawatir karena longsoran masih terus terjadi seiring hujan lebat yang masih kerap melanda wilayah Banyumas dan sekitarnya. Akibat longsoran itu, sedikitnya dua keluarga telah meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat lebih aman.

Pengurus RT 1/6 Kelurahan Mersi, Sudirwan mengatakan, dua rumah warga telah dikosongkan karena kondisinya membahayakan. Sedangkan warga lainnya hanya mengosongkan bagian belakang rumahnya karena khawatir akan ambruk.

“Dua rumah yang dikosongkan adalah milik Pak Sardi dan Irsam. Ada yang mengungsi di tempat anaknya, tempat saya juga beberapa waktu lalu sempat menjadi tempat untuk pengungsian warga yang rumahnya terancam,” katanya, kemarin.

Warga yang rumahnya terancam, Saiful mengatakan, kondisi longsoran sudah terjadi sejak banjir bandang bulan lalu atau yang pertama kali. Kemudian diperparah ketika terjadi kembali banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Setiap hari warga tidak bisa tidur karena takut ada longsoran lagi, terutama saat hujan lebat. Sudah ada himbauan suruh mengungsi, tapi bingung mau kemana,” katanya.

Menurut Saiful sejak pertama kali terjadi longsoran, belum ada penanganan pemerintah. Padahal dia bersama warga terdampak lainnya berharap segera ditangani, mengingat kondisi hujan dan longsoran masih terus terjadi.

“Belum ada upaya dari pemerintah. Sudah ada yang mengajukan dan sudah ada pendataan tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Mudah-mudahan secepatnya ada penanganan, sementara bronjong dulu tidak apa-apa, supaya warga tenang tidurnya. Karena sudah dua kali banjir besar, dan longsoranya semakin meluas,” ujarnya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengatakan, wilayah Sungai Pelus menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta. Namun demikian, pihaknya sudah menyarankan BBWS agar segera melakukan perbaikan.

“Dengan BBWSSO kita sudah mengirimkan surat. Kalau yang di Ledug sudah ada peninjauan dari kepala badan, katanya akan ditangani segera. Nah kami mengusulkan agar penanganan di Mersi satu paket dengan penguatan tebing di Desa Ledug,” katanya terpisah.

Menurutnya dari BPBD Banyumas hanya bisa mengimbau agar masyarakat tetap waspada, mengingat hujan kemungkinan belum mencapai puncaknya. Disamping itu, jika ada warga yang membutuhkan bantuan logistik, pihaknya siap membantu.

“Kita melihat kalau mereka membutuhkan logistik ya kita bantu, tapi kalau secara fisiknya kita nunggu dengan BBWS. Kita tidak tahu kapannya, waktu itu masih menunggu dari kementerian katanya. Tapi semoga bisa satu paket dengan yang di Ledug,” tandasnya. (why)

Sumber:

Tujuh Rumah dan Masjid Nyaris Ambruk

tujuh rumah dan masjid nyaris ambruk

Akibat Tebing Sungai Pelus Longsor
2 KK Terpaksa Mengungsi

PURWOKERTO-Sebanyak tujuh rumah warga dan masjid di Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur terancam ambruk. Hal ini terjadi akibat banjir bandang di Sungai Pelus beberapa waktu lalu hingga menyebabkan longsoran tanah di belakang rumah warga.

Pantauan Radarmas, Selasa (14/11) siang, jarak tanah yang terkikis banjir sekitar 10 meter dengan ketinggian sekitar 8 meter dan panjang mencapai 200 meter. Terlihat salah satu bangunan rumah bagian belakang tanpa pondasi karena hanyut terbawa banjir, dan hanya menyisakan bangunan yang menggantung.

tujuh rumah dan masjid nyaris ambruk

Kondisi ini sangat mengancam keselamatan warga. Mereka juga khawatir karena longsoran masih terus terjadi seiring hujan lebat yang masih kerap melanda wilayah Banyumas dan sekitarnya. Akibat longsoran itu, sedikitnya dua keluarga telah meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat lebih aman.

Pengurus RT 1/6 Kelurahan Mersi, Sudirwan mengatakan, dua rumah warga telah dikosongkan karena kondisinya membahayakan. Sedangkan warga lainnya hanya mengosongkan bagian belakang rumahnya karena khawatir akan ambruk.

“Dua rumah yang dikosongkan adalah milik Pak Sardi dan Irsam. Ada yang mengungsi di tempat anaknya, tempat saya juga beberapa waktu lalu sempat menjadi tempat untuk pengungsian warga yang rumahnya terancam,” katanya, kemarin.

Warga yang rumahnya terancam, Saiful mengatakan, kondisi longsoran sudah terjadi sejak banjir bandang bulan lalu atau yang pertama kali. Kemudian diperparah ketika terjadi kembali banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Setiap hari warga tidak bisa tidur karena takut ada longsoran lagi, terutama saat hujan lebat. Sudah ada himbauan suruh mengungsi, tapi bingung mau kemana,” katanya.

Menurut Saiful sejak pertama kali terjadi longsoran, belum ada penanganan pemerintah. Padahal dia bersama warga terdampak lainnya berharap segera ditangani, mengingat kondisi hujan dan longsoran masih terus terjadi.

“Belum ada upaya dari pemerintah. Sudah ada yang mengajukan dan sudah ada pendataan tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Mudah-mudahan secepatnya ada penanganan, sementara bronjong dulu tidak apa-apa, supaya warga tenang tidurnya. Karena sudah dua kali banjir besar, dan longsoranya semakin meluas,” ujarnya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Prasetyo Budi Widodo mengatakan, wilayah Sungai Pelus menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Yogyakarta. Namun demikian, pihaknya sudah menyarankan BBWS agar segera melakukan perbaikan.

“Dengan BBWSSO kita sudah mengirimkan surat. Kalau yang di Ledug sudah ada peninjauan dari kepala badan, katanya akan ditangani segera. Nah kami mengusulkan agar penanganan di Mersi satu paket dengan penguatan tebing di Desa Ledug,” katanya terpisah.

Menurutnya dari BPBD Banyumas hanya bisa mengimbau agar masyarakat tetap waspada, mengingat hujan kemungkinan belum mencapai puncaknya. Disamping itu, jika ada warga yang membutuhkan bantuan logistik, pihaknya siap membantu.

“Kita melihat kalau mereka membutuhkan logistik ya kita bantu, tapi kalau secara fisiknya kita nunggu dengan BBWS. Kita tidak tahu kapannya, waktu itu masih menunggu dari kementerian katanya. Tapi semoga bisa satu paket dengan yang di Ledug,” tandasnya. (why)

Sumber: