Tunjangan Nunggak Rp 36 M

tunjangan nunggak rp 36 m

Untuk 1.300 Guru Madrasah

PURWOKERTO – Sebanyak 1.300 guru madrasah jenjang MI, MTs, dan MA, selama dua tahun belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara utuh. Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan dana sebesar Rp 36 miliar.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Assadudin menuturkan, dana sekitar Rp 36 miliar untuk melunasi kekurangan pembagian dana TPG. Direncanakan, akan menggunakan APBD perubahan untuk membayar kekurangan TPG dari tahun 2014-2015.

“Saat ini masih dalam tahap usulan untuk APBD perubahannya. Biasanya, dana tersebut akan turun di akhir tahun,” katanya.

Namun Ibnu tidak bia menjanjikan kekurangan TPG untuk 1.300 guru madrasah dapat terbayarkan secara utuh tahun ini. Sebab akan disesuaikan dengan besaran anggaran dalam APBD perubahan yang diterima Kemenag.

Jika pengajuan Rp 36 miliar disetujui, kekurangan TPG dapat terlunasi semua. “Kami berharap dana usulan dapat disetujui, sehingga tidak akan ada lagi istilah TPG terhutang di tiap tahunnya,” ungkapnya.

Dituturkan Ibnu, masalah tersebut kerap terjadi di tingkat madrasah. Hal itu karena alokasi dana anggaran TPG dari pusat sedikit dan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Risikonya, guru harus bersabar menunggu Kemenag memiliki anggaran yang cukup.

Menurut Ibnu, anggaran sebesar Rp 36 miliar diperuntukan untuk membayar tunjangan profesi guru non-PNS madrasah non-inpassing sebanyak 558 orang dengan total anggaran sebesar Rp 10.044.000.000. Kemudian dialokasikan untuk membayar tunjangan profesi guru PNS madrasah yang berjumlah 583 orang, dengan anggaran Rp 27.391.537.000.

“Untuk TPG tahun 2016 dipastikan tidak akan terhutang lagi. Sebab anggarannya sudah ada. Rencananya akan dilakukan pencairan pada April mendatang,” tuturnya. (ida/sus)

Sumber: