Uni Eropa Umumkan Rencana Darurat Penghematan Gas Sampai 15%

Jakarta

Komisi Uni Eropa hari Rabu (20/7) menerbitkan rencana darurat, untuk segera mengurangi konsumsi gas di Uni Eropa, guna menghindari kelangkaan gas selama musim dingin di tengah kekhawatiran Rusia akan menghentikan pemasokan gas.

Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, “Rusia akan menggunakan energi sebagai senjata.”

“Apakah itu pemutusan sebagian besar gas Rusia atau pemutusan total gas Rusia, Eropa harus siap,” katanya. Dia menambahkan, penghentian pengiriman gas dari Rusia ke Eropa adalah “skenario yang mungkin terjadi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus proaktif. Kita harus bersiap untuk potensi gangguan penuh gas Rusia. Itu yang kita lihat di masa lalu,” kata Ursula von der Leyen. “Kami sedang mempersiapkan yang terburuk, dan berharap yang terbaik,” tambahnya.

Rencana darurat reduksi konsumsi gas

Rencana darurat Uni Eropa meminta negara-negara anggota melakukan tindakan sukarela untuk mengurangi konsumsi gas. Semua negara anggota diminta untuk mengurangi konsumsi gas sebesar 15% antara Agustus 2022 sampai April 2023.

“Ini adalah sinyal bagi semua badan publik, konsumen, rumah tangga, pemilik gedung publik, pemasok listrik, bahwa mereka sekarang harus mengambil tindakan luar biasa dan cepat untuk menghemat gas,” kata rancangan itu.

Rancangan rencana darurat ini membutuhkan persetujuan negara-negara anggota sebelum bisa diberlakukan. Banyak negara Eropa yang masih bergantung pada gas, baik untuk listrik dan pemanas ruangan. Jika Rusia benar-benar menghentikan pengiriman gas, negara-negara itu akan mengalami kesulitan besar menghadapi musim dingin akhir tahun ini.

Harga energi masih akan naik

Pemerintahan negara-negara Uni Eropa juga disarankan untuk meluncurkan insentif keuangan bagi perusahaan, dalam upaya mengurangi konsumsi gasnya. Dalam kasus kekurangan energi yang akut, pemerintahan perlu membuat skala prioritas tentang industri mana yang akan ditutup dan mana yang mendapat pasokan gas.

Semua 27 negara anggota Uni Eropa diminta untuk menyampaikan rencana darurat nasional, yang memuat langkah-langkah pengurangan konsumsi gas kepada Uni Eropa sampai bulan September mendatang. Harga energi diperkirakan akan terus naik, selama perang di Ukraina masih berlanjut.

Dana Moneter Internasional IMF hari Rabu memangkas perkiraan pertumbuhan Jerman terkait kendala pasokan gas. IMF memperkirakan ekonomi Jerman hanya akan tumbuh sebesar 1,2% tahun ini dan 0,8% pada tahun 2023. Inflasi diperkirakan rata-rata 7,7 persen pada 2022 dan 4,8 persen pada 2023, jika harga energi bisa kembali stabil.

Anggota Parlemen Eropa dari Partai Hijau Michael Bloss mengatakan, warga yang kurang mampu harus mendapat bantuan untuk mengatasi kenaikan harga energi.

“Jutaan warga Uni Eropa tidak mampu membayar tagihan energi mereka, tagihan gas mereka, mereka perlu mendapatkan perlindungan, semacam tunjangan energi Uni Eropa untuk bertahan hidup”. “Jika banyak warga dibiarkan dalam kesulitan, maka Presiden Rusia Vladimir Putin akan mencapai tujuannya untuk menghancurkan solidaritas di Eropa”, pungkas Bloss.

hp/as (dpa, rtr)

hit

(haf/haf)