Wacana Jam Kantor di Jakarta Diatur Akankah Jadi Nyata?

Jakarta

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengusulkan adanya pengaturan jam kantor di lembaga pemerintahan hingga swasta demi mengurangi kemacetan Jakarta. Polisi menyebutkan kemacetan di Ibu Kota sudah pada taraf yang betul-betul membuat tidak nyaman.

Kebijakan pembatasan kendaraan seperti ganjil genap di 25 ruas jalan Ibu Kota dilahirkan untuk mengurangi kemacetan. Namun, polisi melihat problem kemacetan di Jakarta tidak hanya pada faktor volume kendaraan, tetapi karena para pekerja berangkat pada jam yang bersamaan sehingga hal ini kerap menimbulkan kemacetan.

Oleh karena itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengusulkan adanya pengaturan jam kantor di pemerintahan dan swasta untuk mengurangi beban kemacetan terutama pada pagi dan sore hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengusulkan mengatur aktivitas kerja mereka. Seperti kelompok anak sekolah mereka aktivitasnya kan jam 7 pagi, kelompok pekerja esensial mereka apel di kantor jam 8, jam 9. Nah, yang kritikal jam 10 atau jam 11 siang, sehingga mereka akan berangkatnya tidak bersama-sama. Jadi saya ingin melakukan koordinasi ini,” ujar Latif, saat dihubungi detikcom, Rabu (20/7).

Kemacetan Jakarta pada Level Tak Nyaman

Polda Metro Jaya menyebutkan taraf kemacetan di DKI Jakarta sudah pada level betul-betul tak nyaman. Volume kendaraan menumpuk pada jam pagi hari dan sore hari yang sama setiap harinya.

“Kemarin (kemacetan Jakarta) sudah 48 persen. Jadi betul-betul tidak nyaman,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/8/2022).

Menurut Latif, kemacetan lalu lintas di Jakarta terbagi dalam dua periode waktu. Kemacetan lalu lintas pertama terjadi pada pagi hari ketika warga memulai aktivitas di rentang pukul 07.00-09.00 WIB.

Kemacetan di Jakarta lalu terjadi pada sore hari ketika masyarakat mulai kembali ke rumah usai selesai melakukan aktivitas. Kemacetan di sore hari ini terjadi mulai pukul 16.00 ke 18.00 WIB.

“Itu di angka 48 persen. Kalau sudah di angka itu sudah crowded sekali,” jelas Latif.

Latif mengungkapkan urgensi pengaturan jam ngantor perlu dibagi. Pasalnya, angka kemacetan di Jakarta pada pagi hari telah mencapai 48% saat ini.

“Kenapa pembagian waktu? Untuk menghindari keberangkatan masyarakat yang akan menuju Jakarta. Perlu disampaikan bahwa penduduk Jakarta itu sudah 10 juta sendiri. Aktivitas masyarakat yang masuk kota Jakarta pada siang hari ada 3 juta 300 ribu sekian. Sehingga sekitar ada 13 jutaan,” jelas Latif.

7 Pintu Tol Menuju Jakarta Kerap Macet

Latif mengatakan setidaknya ada tujuh pintu masuk tol menuju Jakarta yang rawan kemacetan. Tujuh pintu masuk tol itu di antaranya Tol Cikampek, Priok, dan Jagorawi.

Jalur arteri juga menjadi lokasi rawan kemacetan di Jakarta. Setidaknya ada 18 lokasi yang menjadi perhatian polisi.

“Ada 18 arteri masuk Jakarta yang menjadi perhatian kita yaitu Cakung, Kalimalang, Lenteng Agung, Fatmawati, Lebak bulus Daan Mogot. Ini menjadi perhatian kita,” terang Latif.

Simak juga video ‘Polisi Usul Atur Jam Kantor Cegah Macet, Wagub DKI Bilang Begini’:

[Gambas:Video 20detik]

Baca di halaman selanjutnya: polisi menyebut pemerintah dan swasta menyepakati adanya pengaturan jam ngantor.