Wagub DKI Ungkap BOR Isolasi RS COVID di Jakarta Naik Jadi 20%-ICU 15%

Jakarta

DKI Jakarta melaporkan kenaikan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di 140 rumah sakit rujukan COVID-19. Tercatat, BOR isolasi RS COVID-19 di Jakarta saat ini meningkat menjadi 20 persen.

“Ini ada peningkatan update BOR dari 3.694 tempat tidur, terpakai 732. Meningkat 20 persen,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Riza memerinci tempat tidur isolasi COVID-19 yang terisi sebanyak 732 atau 20 persen dari 3.694 yang tersedia. Angka ini meningkat 1 persen dibandingkan BOR isolasi RS COVID-19 pada pekan lalu sebesar 19 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan untuk ICU terisi 86 atau 15 persen dari total 587 tempat tidur yang disiapkan. Jumlah itu naik 3 persen dibandingkan BOR ICU beberapa waktu lalu.

“Hati-hati, ada peningkatan. Untuk itu, mari tetap laksanakan protokol kesehatan patuh disiplin dan bertanggung jawab,” ucapnya.

“Jangan dianggap enteng, pelonggaran harus diikuti prokes yang lebih baik lagi dan percepatan penggunaan vaksin,” tegasnya.

Per Rabu (27/7), Pemprov DKI Jakarta melaporkan penambahan kasus COVID-19 di DKI Jakarta sebanyak 3.279 orang. Secara total, jumlah orang di Jakarta yang pernah positif COVID-19 sepanjang pandemi melanda Ibu Kota sebanyak 1.319.866 orang.

Sebanyak 1.281.386 orang dinyatakan sembuh dan 15.390 orang meninggal dunia. Adapun kasus aktif Jakarta mengalami penambahan sebanyak 1.377 kasus sehingga total kasus aktif secara keseluruhan menjadi 23.090 orang.

Di sisi lain, program vaksinasi COVID-19 terus bergulir. Untuk capaian program vaksinasi COVID-19 DKI dosis 1 sebanyak 12.591.825 orang dengan proporsi 70,6 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 29,4 persen warga KTP non-DKI.

Sedangkan, total dosis 2 mencapai 10.756.911 orang dengan proporsi 73,9 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 26,1 persen warga KTP non-DKI. DKI juga melaporkan capaian vaksinasi booster atau dosis 3 sebanyak 4.456.226 orang.

(taa/fas)