Warga Purwokerto Selatan Komitmen Tanpa Konflik

warga purwokerto selatan komitmen tanpa konflik

warga purwokerto selatan komitmen tanpa konflik

Apel Kemitraan dan Paseduluran

PURWOKERTO- Warga Kecamatan Purwokerto Selatan berkomitmen menghindari konflik, baik selama agenda Pemilu 2019 maupun seterusnya. Kesiapan mereka dibuktikan dengan deklarsi damai menyambut Pemilu 2019 dalam Apel Kemitraan dan Paseduluran Purwokerto Selatan Jumat (9/11) di halaman kantor Kecamatan Purwokerto Selatan.

Dalam amanatnya, Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Purwokerto Selatan AKP Subeno SH MH menyebutkan, apel dan deklarasi pemilu damai tersebut merupakan yang pertama di tingkat kecamatan. Melalui apel ini, dia mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi.

“Kami minta tidak ada konflik di Purwokerto Selatan selama agenda politik pemilu 2019 dan seterusnya. Seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” sebut dia.

Dia menghimbau masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang berkembang. Oleh karena itu, masyarakat harus saling mengingatkan karena kedamaian adalah yang utama.

“Setiap permasalahan harus diselesaikan secara arif dan bijaksana, urusan pidana harus diselesaikan sesuai jalur hukum,” sebut Subeno.

Untuk mendukung Pemilu yang aman, damai dan sejuk tersebut Polsek Purwokwerto Selatan menjalin kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari tingkat RT, juga seluruh ormas yang ada di Purwokerto Selatan.

“Kami akan memaksimalkan Pokdarkamtibmas yang sudah dibentuk, untuk meredam potensi terjadinya konflik melalui upaya-upaya preventif,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, Camat Purwokerto Selatan Alex Teguh Wibawa Manurung SSos mengatakan, pemilu memerlukan kebersamaan, perlu rasa persatuan dan kesatuan masyarakat. Pasalnya, pesta demokrasi tersebut digelar dengan anggaran yang besar.

“Jika Pemilu sampai gagal, yang dirugikan adalah masyarakat. Pemilu akan sukses hanya dengan adanya kekompakan, tidak ada yang merasa super demi suksesnya pemilu,” sebut dia.

Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat juga menggambarkan sukses tidaknya pemilu itu. Jika tingkat partisipasi pemilih rendah, pemilu juga gagal.

“Kami mohon bantuan kepada masyarakat, untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Semoga pada Pemilu nanti tingkat partisipasi di atas 70 persen,” terang Alex. (mif)

Sumber: