Water Barrier Depan Alun-alun Dikurangi

water barrier depan alun-alun dikurangi

2water barrier depan alun alun dikurangi
Water Barrier Depan Alun-alun Dikurangi. AAM/RADARMAS

PURWOKERTO-Dinas Perhubungan (Dinhub) kabupaten Banyumas kembali melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Jenderal Soedirman. Langkahnya dengan mengurangi beberapa unit water barrier di depan Alun-alun Purwokerto, Rabu (31/10).

Langkah ini dimaksudkan sebagai uji coba apakah pengguna Jalan yang melintas depan Alun-alun dapat mematuhi rambu lalu lintas yang ada.

Hermawan, Kabid Plt Prasarana Lalu Lintas mengatakan tanpa adanya water barrier masyarakat harusnya sudah patuh. Rambu marka lurus depan Alun-alun Purwokerto harusnya sudah cukup bagi pengguna jalan.

“Sebenarnya orang kalau sudah melihat marka tidak akan melanggar. Marka lurus itu berarti tidak boleh dilewati atau diinjak. Namun kebanyakan orang tahu, tapi tidak mau tahu marka tersebut, ” urainya saat dikonfirmasi.

Baca:
4.761 Peserta Dinyatakan Gagal CPNS

Relokasi Terminal Karangpucung Mulai Diproses

Tak Kuat Menanjak, Truk Masuk Selokan

Tiga Kali Tidak Setor, Izin Parkir Dicabut

Dia menambahkan, pengurangan water barrier juga untuk melihat bagaimana perilaku lalu lintas pengguna jalan. Apabila hal ini efektif dan masyarakat patuh rambu lalu lintas maka water barrier depan alun-alun akan ditarik semua.

“Uji coba dahulu. Kurang lebih satu minggu, tapi tetap kita pantau terus. Jika tidak berjalan dengan efektif kita akan tempatkan kembali water barriernya, ” terang Hermawan.

Lebih lanjut lagi water barrier bertujuan untuk keselamatan. Dengan diletakan watter barrier diharapkan dapat menjadi pembatas jalan. Meskipun dengan rambu marka lurus harusnya sudah cukup.

“Water barrier itu komponen tambahan keselamatan. Jika masyarakat mengerti arti marka lurus dan mematuhinya maka water barrier tidak diperlukan,” ujarnya.

Untuk pengurangan water barrier tidak dilakukan semuanya. Masih disisakan untuk disebelah selatan.”Masih kita sisakan water barrier disebelah Selatan. Karena terkadang masih ada orang dari arah Selatan langsung nyelonong nyebrang oleh karena itu masih kita pasang water barrier,” ucapnya.

Menurutnya untuk jumlah unit water barrier masih kurang. Idealnya membutuhkan kurang lebih 5000 buah. Jumlah ini juga termasuk untuk antisipasi dan rekayasa lalu lintas saat arus mudik lebaran.

“Idealnya 5000 buah. Tapi kita masih belum mencapai angka itu. Harapanya dapat bertambah untuk water barrier, ” pungkasnya. (aam)

Sumber: