Wisatawan Keluhkan Akses Kebun Raya Baturraden

wisatawan keluhkan akses kebun raya baturraden

PURWOKERTO – Objek wisata Kebun Raya Baturraden menjadi salah satu objek favorit wisatawan  saat ini. Sejak dibuka akhir tahun lalu, Kebun Raya Baturraden selalu ramai dipadati pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

Namun antusias pegunjung ternyata belum ditunjang dengan akses jalan yang memadai, sehingga masih banyak wisatawan yang mengeluh.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta, Irwan Nugraha (23) mengatakan, akses menuju Kebun Raya Baturraden masih terlalu sempit.

Meskipun sudah dihotmix, menurutnya juga perlu ada pelebaran jalan agar jalan aman untuk dilalui. “Jalannya sempit, padahal kanan kiri jalan cukup curam, sehingga cukup membahayakan, terutama saat ada mobil yang berpapasan atau saat di tikungan,” ujarnya.

Belum adanya akses masuk dan keluar yang terpisah, juga menjadi salah satu penyebab kemacetan di sepanjang akses jalan menuju ke Kebun Raya. “Harusnya jalan masuk sama keluarnya dipisah atau dibuat akses memutar, sehingga kemacetan bisa dihindari,” ungkapnya.

Dari pantauan Radarmas Sabtu (2/1) lalu, antrean kendaraan baik roda empat maupun roda dua sudah nampak terlihat sejak di pintu masuk Bumi Perkemahan Baturraden.

Pengunjung lain, Ryan, justru mengeluhkan kendaraan yang parkir di pinggir jalan. Menurutnya hal itu sangat mengganggu arus lalu-lintas, baik yang baru mau masuk maupun keluar.

“Ditambah lagi banyaknya pedagang yang berjualan di area pintu masuk Kebun Raya Baturraden, sehingga akses jalan yang sudah sempit menjadi semakin sempit,” ungkapnya.

Salah seorang petugas di Kebun Raya Baturraden, Agus mengatakan, sejak dibuka akhir tahun lalu pengunjung Kebun Raya Baturraden memang menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Sejak dua minggu lalu Kebun Raya selalu dipadati pengunjung. Saat libur tahur Natal dan Tahun Baru ini, kebanyakan pengunjung berasal dari luar daerah,” jelasnya.

Dia mengakui, lalu-lintas di sekitar area parkir Kebun Raya Baturraden memang sedikit terganggu akibat banyaknya jumlah kendaraan yang ada. “Akses keluar masuk parkir memang cuma satu dan lebarnya terbatas, jadi harus gantian kalau ada yang mau masuk atau keluar. Apalagi pintu parkirnya pas di tikungan, jadi memang sedikit terganggu,” jelasnya. (bay)

Sumber: